JURnaL Celebes. Curah hujan terus-menerus menyebabkan Kota Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan belum lepas dari banjir. Hujan sepanjang hari pada Selasa (04/08/2020) menyebabkan meluapnya air  Sungai Masamba yang mengalir ke tengah ibukota Luwu Utara itu mulai sekitar pukul 18:00 Wita.

Wilayah sekitar kembali tergenang air rata-rata setengah meter sehingga arus lalu lintas di jalan poros provinsi atau Trans Sulawesi di Kota Masamba dialihkan ke jalan alternatif.

Sebelumnya, Masamba dan beberapa kecamatan sekitarnya diterjang banjir bandang, 13 Juli 2020, menyebabkan banyak korban jiwa. Data 22 Juli, sekitar 38 orang meninggal dunia, dan 46 orang hilang.  Sementara sekitar 14.483 warga harus mengungsi masing-masing di Masamba 7.748 orang,  5.808 di Baebunta, dan 927 di Sabbang.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, kepada wartawan menyatakan banjir susulan ini disebabkan meluapnya air Sungai Masamba karena hujan terus-menerus. Indah mengakui terjadi pendangkalan di badan sungai. Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang sedang berupaya mengurai dan mengeruk material sungai, tapi terkendala karena hujan terus-menerus.

Selain menggenangi jalan raya, luapan air juga menggenangi pemukiman penduduk sekitarnya. Air bercampur lumpur itu juga menggenangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Djemma Masamba, sehingga pada Selasa malam pasien di lantai satu dipindahkan ke lantai dua.

Selama musim hujan, Kota Masamba dianggap belum aman dari banjir. Karena pengungsi bencana banjir banding Juli lalu yang masih berada di lokasi pengungsian, belum dibolehkan pulang ke rumah, selama musim hujan. (adm)